Dana Jides Cair, Diduga Oknum Kepala BPP Datangi Ketua Kelompok, Minta Jatah Rp 22 Juta

Kab.Tasik (kilangbara.com)-Kelompok Tani Cibujal yang berada di Kampung Muara RT 21/09 Desa Sirnajaya, Kecamatan Sukaraja, Kebupaten Tasikmalaya. Menjerit, pasalnya anggaran Saluran Irigasi (Jides) untuk kelompoknya itu, sudah cair. Namun ironisnya, setelah uang itu cair sebesar Rp 22 juta dari total anggarannya sebesar Rp 70 juta. Ternyata, malah diminta oleh oknum Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Sukaraja, AL. Dengan, sengaja mendatangi ke rumah Ketua Kelompok Tani itu. Disinyalir, tujuannya itu untuk meminta jatah sebesar Rp 22 juta.

Menurut keterangan sumber, anggaran tersebut sudah dicairkan, melalui rekening BRI milik kelompok tani. Pada, Selasa (05/7/2022) lalu, sekitar pukul 11.00 WIB. Namun pada pukul 13.00 WIB, AL bersama kedua rekannya itu. Malah, mendatangi rumah Ketua Kelompok Tani. Dengan, tujuan untuk meminta uang Rp 22 juta. Dari, anggaran Jides tersebut dengan berbagai alasan.

“Padahal, kelompok tani tidak ada komitmen dengan pihak BPP. Akan, memberikan uang setelah cair. Tapi, tragisnya kini malah minta jatah,”kesal sumber yang minta identitasnya dirahasiakan, Jum’at (16/07/2022).

Sumber menjelaskan, dimulainya pekerjaan saluran irigasinya yang dikerjakan itu. Bahwa, pekerjaannya tersebut sudah dimulai seminggu yang lalu. Dengan, panjang 500 meter dan tebal 10 cm lebar 50 cm.

Sementara itu, salah satu warga Desa Sirnajaya yang enggan menyebutkan namanya, mengatakan. Pihaknya, minta kepada Aparat Penegak Hukum (APH). Supaya, minta segera diusut kasus seperti itu, karena ini menyangkut uang negara harus transparan. Serta, jangan semena-mena minta jatah, apalagi seorang Kepala BPP sudah digajih oleh negara.

Terpisah, Ketua BPP Kecamatan Sukaraja AL, dilokasi pengerjaan Jaringan Irigasi Desa (Jides). Pria tersebut, langsung menyangkal segala tudingan itu. Bahwa, dirinya tidak merasa mengambil/minta jatah uang senilai Rp 22 juta dari Ketua Kelompok Tani itu. Bahkan, dengan nada tinggi malah minta bukti. Serta, siapa sumber yang memberikan keterangan tersebut.(DN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!