Kasus Covid-19 di Kota Tasik Melonjak, Satgas Sudah Mulai Bergerak Kembali
Kota.Tasik (kilangbara.com)-Dampak kasus Covid-19 melonjak di Kota Tasikmalaya. Kini, sejumlah Satgas Covid-19 sudah mulai bergerak kembali, ke sejumlah tempat keramaian. Dalam upaya, untuk memantau kerumunan massa. Karena, sekarang ini Kota Tasikmalaya sudah berada dilevel 3.
“Satgas sudah beroperasi pada setiap sabtu-minggu ke sejumlah tempat. Jadi, kalau dimall itu diinstruksikan supaya mengunakan peduli lindungi,”beber Walikota Tasikmalaya, Drs HM Yusuf. Usai menghadiri sebuah acara di Grand Metro, Selasa (15/02/2022).
Yusuf menuturkan, meski kasus Covid-19 melonjak di Kota Tasikmalaya. Namun, kegiatan ekonomi harus terus berjalan, bahkan caffe juga tetap bisa buka hingga pukul 24.00 WIB, kecuali mall. Hanya kapasitasnya saja, tentunya harus dibatasi 50 persen. Termasuk PTM disejumlah sekolah juga terus berjalan.
Ketika disinggung, apakah akan kembali memberlakukan PPKM Mikro. Pria yang akrab disapa HMY itu, menjelaskan. PPKM itu, memang diperintahkan kembali oleh pusat. Namun tentunya menyadari sekarang ini, dengan kondisi anggaran daerah sangat terbatas.
“Tapi terpenting, Tim Satgas sudah beroperasi lagi ke lapangan. Kita dipemerintah dan Forkompimda sudah melakukan sosialisasi lagi, bagaimana penanggulan Covid-19 itu, bisa berjalan baik,”harapnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dr Uus Supangat, Usai menghadiri deklarasi Ligar Mustofa dieks Terminal Cilembang, Minggu (13/02/2022), menuturkan. Saat ini, tercatat sudah ada sebanyak 517 orang terpapar virus tersebut.
Mereka yang terpapar itu, ada yang dirawat di RSUD dr Soekarjo 59 orang. Dengan KTP Kota Tasikmalaya 38 orang dan KTP luar Kota Tasikmalaya 21 orang. Lalu, di RS Dewi Sartika 40 orang, dengan KTP Kota Tasikmalaya 38 orang dan KTP luar Kota Tasikmalaya 12 orang. Sedangkan yang lainnya, menjalani isolasi mandiri dirumah masing-masing.
Mereka terpapar itu, faktor mobilisasi, habis dari luar kota yang berisiko tinggi, seperti Bandung, Yogyakarta dan Jakarta. Karena, sebanyak 80 persen, akibat cluster perjalanan,”bebernya.
Adapun, kata Uus mereka yang dikategorikan berat itu, ada yang meninggal dunia dan belum pernah ikut divaksin. Sedangkan yang gejala ringan tersebut, pernah divaksin yang kedua kalinya.(AR)

