Jemput Bola!Diky Candra Ikhtiar Datangi Dua Kementrian Demi Kemajuan Kota Tasikmalaya
Kota.Tasik (kilangbara.com)-Ikhtiar rupanya terus gaspol dilakukan oleh Wakil Walikota Tasikmalaya, Raden Diky Candra. Dengan tekad, demi untuk kemajuan Kota Tasikmalaya. Terbaru, pencipta lagu “Abi Urang Tasik” itu mendatangi langsung ke Kantor Kemenbud dan Kemenpora di Jakarta, Kamis (22/01/2026).
“Rencana awal, kita akan berkunjung ke Kantor Kementrian Pariwisata. Tapi, mereka secara mendadak dipanggil oleh DPR RI. Sehingga, jadinya berkunjung itu ke Kemenbud dan Kemenpora,”terang Diky.
Pria yang identik pake iket itu menuturkan,
datang ke Kemenbud didampingi anggota DPD RI, Komeng, Kadisporabudpar Kota Tasik, Ketua KONI dan Kabid Budaya. Mereka, bertemu dengan Dirjen Pengembangan, Pemanfaatan dan Pembinaan Kebudayaan Kementrian Kebudayaan, Ahmad Mahendra M Tr. A. P yang didampingi Sekretaris Dirjen, Yudi.
Dalam kesempatan itu, Diky memaparkan terkait dengan kondisi Gedung Kesenian, GCC dan hal yang berkaitan dengan seni budaya Kota Tasikmalaya. Setelah itu diluar agenda, ternyata Menteri Kebudayaan Fadli Djon mengajak Diky, Komeng dan rombongannya. Masuk ke ruangan kerjanya, hingga Diky pun diberikan piringan hitam lagu asli Indonesia Raya yang dibuat tahun 1928 oleh WR Supratman.
“Kami dengan Pak Menteri membicarakan juga perihal Tugu Koperasi dan hasil TACB Kota Tasik tentang tugu. Efesiensi anggaran dan minimnya anggaran di Pemkot Tasik. Tentu, harus berikhtiar keras jalin silaturahim dengan berbagai pihak, mohon doanya,”pintanya.
Sebetulnya ke Wamenpar dan Dirjen Kebudayaan itu, soal sarpras Gedung Kesenian dan lainnya. Tapi, Wamenpar dipanggil DPR RI sehingga terpaksa diundur besok siang. Namun besoknya ada agenda lain. Alhasil, tetap ketemu dengan Dirjen Budaya dan mendadak dirinya dipanggil Fadli untuk ke ruanganya.
Berbicara Tugu Koperasi dan lainnya, termasuk program tarkam 2026.
Karena, sebelumnya 2025 Kemenpora sempat memberikan kegiatan untuk Kota Tasik. Namun, tahun 2026 ini program tarkam itu hilang di Kementrian. Sehingga, mencoba diskusikan program lain. Sekalian, sampaikan kembali kabar bahwa TACB Kota Tasik sudah selesai. Kini, hanya menunggu TACB provinsi dan pusat.

Diky juga menyampaikan posisi Kota Tasik adalah epicentrum diwilayah Priangan Timur dan jadi tumpuan Kota/Kabupaten sekitarnya. Sehingga, diutarakan soal kondisi Gedung Kesenian, GCC dan potensi seni budayanya. Termasuk, kondisi eks terminal Cilembang yang diharapkan. Agar, pusat dan provinsi dapat membantu supaya Kabupaten Tasik menjadikan areal seni pertunjukan.
Karena asetnya milik Kabupaten Tasikmalaya, namun multiplayer efeknya akan positif ke Kota Tasikmalaya.
Selain itu, ada harapan ke depan Kemenbud membantunya keinginan membuat diorama untuk pelestarian informasi sejarah dan budaya. Sekalian, menciptakan wisata budaya/pendidikan. Agar, bisa ada tambahan PAD bagi Kota Tasik.
Diluar itu, dsampaikan juga keberadaan GCC yan bisa dijadikan ruang pengembangan perfilman. Karena, Dirjen adalag mantan dan ahli soal film dan seni pertunjukan. Bahkan, sebelumnya bersama Dirjen ada salah satu penggiat perfilman Manoj Punjabi notabene orang Tasikmalaya.
“Ada banyak hal lain yang disampaikan sebagai ikhtiar. Guna, bisa ada kerjasama antara Pemkot Tasik dengan Kementrian. Termasuk, disampaikan juga keberadaan komunitas Ambu Midang dan adanya seni pencak silat payung,”imbuhnya.
Selain itu, Diky dan rombongannya juga berkunjung ke Kantor Kemenpora dan bertemu dengan Wamenpora. Sebelumnya, Kota Tasikmalaya itu pernah mendapatkan program tarkam tahun 2025. Namun, ditahun 2026 ini Kemenpora malah terkena imbas efesiensi.
Meski begitu, semoga pertemuan dengan Wamenpora tersebut. Tentunya, bisa melahirkan peluang baik untuk Kota Tasikmalaya. Bahkan, dalam kesempatan itu, Komeng pun ingin mempertemukan dari Kota Tasik dengan Wamen BUMN.
“Apapun yang dijalankan untuk kebaikan dan kemajuan Kota Tasik soal hasilnya. Insya Allah bergantung dari ikhtiar,”beber Diky yang menolak menginap di hotel demi untuk efesiensi.(AR)

