PSBB Jalan Ditutup, Tapi Warga Dibiarkan Berkerumun, Dipusat Perbelanjaan
Kota.Tasik (kilangbara.com)-Dengan diperpanjangnya penerapatan PSBB jilid kedua di Kota Tasikmalaya, 20-29 Mei 2020.Kini menuai sorotan tajam dari sejumlah pihak.Kali ini datang dari pengamat sosial, Nanang Nurjamil.Pria yang lama menetap di Makassar itu menilai, upaya penanggulangan wabah yang dilakukan oleh pemerintah selama ini.Terlalu banyak instruksi dibanding edukasi, banyak prediksi daripada solusi.Berbagai aturan yang dibuat juga banyak yang salah kaprah diterapkan di lapangan.
Misalnya dengan kebijakan PSBB tersebut, kendaraan tidak diperbolehkan masuk.Namun orang/pengendaranya diperbolehkan masuk.Akibatnya pusat perbelanjaan menjadi penuh.Dengan kerumunan orang yang akan berbelanja kebutuhan lebaran.Sehingga apa korelasi dan manfaatnya kebijakan penutupan jalan itu.Dengan upaya pencegahan penularan Covid-19.
“Memangnya yang akan kena wabah Covid-19 tersebut, orangnya apakah kendaraannya?,”herannya, Sabtu (22/05/2020).
Belum lagi, kata Nanang aturan mengenai mudik dan pulang kampung yang tumpang tindih.Antara aturan yang satu dengan yang lainnya.Ditambah, soal pembagian bansos bagi masyarakat yang terdampak Covid-19 yang faktanya banyak yang tidak tepat sasaran.Karena data yang ngaco dan amburadul. Akhirnya masyarakat yang sedang susah bertambah susah.Serta bingung menyikapi berbagai kebijakan pemerintah dalam penanggulangan virus tersebut.
Padahal, dalam Pasal 5 Ayat (1) UU 4 Tahun 1984 tentang wabah penyakit menular menjelaskan, apa itu tujuan penanggulangan wabah.Upaya penanggulangan wabah itu mempunyai dua tujuan pokok.Diantaranya, berusaha memperkecil angka kematian, akibat wabah dengan pengobatan.Lalu
membatasi penularan dan penyebaran penyakit.Agar penderita tidak bertambah banyak dan wabah tidak meluas ke daerah lain.
Upaya penanggulangan wabah lanjut Nanang di suatu daerah wabah, haruslah dilakukan dengan mempertimbangkan keadaan masyarakat setempat antara lain, agama, adat, kebiasaan, tingkat pendidikan, sosial ekonomi.Serta perkembangan masyarakat.Sehingga diharapkan upaya penanggulangan wabah, tidak mengalami hambatan dari masyarakat, malah melalui penyuluhan yang intensif dan pendekatan persuasif edukatif.Diharapkan masyarakat akan memberikan bantuannya dan ikut serta secara aktif.
Poin penting inilah yang minim dilakukan dan dijadikan aspek kajian oleh Pemkot Tasikmalaya, khususnya oleh Gugus Tugas Covid-19 Kota Tasikmalaya.Sehingga untuk apa PSBB diperpanjang, kalau tidak ada perubahan yang signifikan terhadap pencegahan Covid-19.Karena faktanya malah justru jumlah pasien positif bertambah banyak.
“Kalau tidak bisa diperbaiki hentikan saja PSBB, sayang anggaran (uang rakyat APBD yang jumlahnya milyaran).Digunakan untuk sesuatu yang tidak efektif dan hasilnya tidak signifikan,”pungkasnya.(AR)

