Survei Calon Walikota Tasikmalaya, Elektabilitas Dede Muharam Tertinggi

Kota.Tasik (kilangbara.com)-Galunggung Center Research And Consultacy Tasikmalaya, merilis hasil survei terbarunya. Terkait, dengan aspirasi sejumlah masyarakat terhadap siapa saja pilihan calon Walikota Tasikmalaya. Serta, pilihan partai politik dalam Pilkada 2024 Kota Tasikmalaya.

Direktur Galunggung Center Research & Consultacy Tasikmalaya, Mia Wastuti menyampaikan. Dalam survei responden itu mengunakan google form. Guna untuk menjawab siapa pilihan calon Walikota Tasikmalaya dan pilihan partai politik. Apabila, kedua pemilihan tersebut diadakan pada sekarang ini.

Survei itu, dilakukan pada akhir tahun 2022 selama 1 minggu dengan 300 sample. Disebar kepada sebanyak 30 grup WhatsApp non partisan. Sebanyak 300 responden, diberikan pertanyaan siapakah pilihan calon Walikota Tasikmalaya dan partai politik. Secara random di 10 Kecamatan dan 69 Kelurahan. Survei itu, tingkat margin error 2,5 persen dan tingkat kepercayaan 9,5 persen.

Hasil survei, nama tiga besar calon Walikota Tasikmalaya yang dipilih oleh masyarakat itu. Elektabilitas dan popularitas, anggota DPRD dari Fraksi PKS Kota Tasikmalaya, Dede Muharam tertinggi sebesar 25,33 persen, Ketua DPC PKB Kota Tasikmalaya, Wahid 23,00 persen dan Ketua DPC PDIP Kota Tasikmalaya, Muslim 19,30 persen. Sedangkan untuk calon Wakil Walikota Tasikmalaya, Heri Ahmadi (PKS) 11,7 persen, Agus Wahyudin (PPP) 6 persen dan Yanto Oce (PPP) 6 persen.

“Kalau pilihan 3 besar untuk partai politik itu. Hasil pilihanya, PKS 35,60 persen, PKB 30 persen dan PDIP 20 persen. Adapun, dalam survei ini, terkait dengan nama calon Walikota tersebut. Tentunya, kita sodorkan nama-nama yang sudah beredar dimasyarakat selama ini. Cuma 3 nama itu yang meraih hasil pilihan signifikan,”bebernya. Saat, merilis hasil surveinya digedung STHG Kota Tasikmalaya, Selasa (24/01/2023).

Adapun kata Mia. Hasil surveinya itu, baru dilaksanakan pertama kalinya dan berikutnya bakal ada kelanjutannya. Pihaknya, melakukan survei itu sangat independen dan dilaksanakan secara profesional tidak ada yang mengintervensinya. Bahkan, dalam survei tersebut pihaknya memiliki data nama dan kampung yang telah ikut serta dalam survei itu. Adapun, usia dalam survei tersebut mulai dari usia 17 tahun-51 tahun.

“Mungkin saja survei ini tidak sesuai dengan ekspektasi, tapi memang itulah realitanya dilapangan. Namun, tentunya inilah bisa menjadi salah satu bahan untuk evaluasi. Bagi, para calon dan partai politik guna untuk persiapan jelang Pilkada 2024,”sarannya.(AR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!