Investor Luar Negeri, Akan Bangun Pusat Bisnis, Dalam Satu Kawasan di Kota Tasik

Kota.Tasik (kilangbara.com)-Rencananya, investor asal Malaysia dan Philippina akan segera membangun sebuah kota mandiri. Dilahan sekitar seluas 20 hektar, di Kota Tasikmalaya. Nantinya diareal tersebut, akan dibangun pusat bisnis dalam satu kawasan. Dengan fasilitas diantaranya itu, appartement, hotel, rumah sakit, supermall dan lainnya.

“Bulan depan, kami berangkat menemui investor ke Philipina dan Malaysia,”terang Ketua Apindo Kota Tasikmalaya, Teguh Suryaman. Usai menghadiri Musrenbang Dinas Tenaga Kerja, di RM Baraya Sunda, Selasa (23/02/2021).

Teguh menjelaskan, investor itu juga merupakan masih dari grup Summarecon. Bahkan, tanpa sepengetahuannya, investor tersebut sudah datang langsung ke Kota Tasikmalaya. Mereka sudah melihat kondisi di Kota Tasikmalaya yang dianggapnya, sudah layak untuk dibangun proyek tersebut.

“Adapun lokasinya itu, rencananya di Kecamatan Bungursari, tapi ada masalah sedikit, namun itu bukan dari kami. Tentunya, bisa saja pindah. Karena, ingin yang dekat ke exit tol Bandung-Tasik-Cilacap. Sedangkan, terkait kapan realisasinya tersebut, tunggu saja,”janjinya.

Pria berkacamata itu, menambahkan investor tersebut, akan menginvestasikan dana sebesar Rp 4,24 triliun. Bahkan bisa menyerap sejumlah tenaga kerja, sebanyak 15 ribu orang. Sehingga diharapkan dengan adanya proyek itu, bisa membantu Pemkot Tasikmalaya mengurangi angka pengangguran, di Kota Tasikmalaya.

“Mudah-mudahan saja dengan ada rencana tersebut. Keramaian bisa merata, tidak fokus dikawasan Hazet saja. Bahkan, nantinya orang Tasik, jangan jauh-jauh beli appartement ke Bandung. Sebab selama ini, banyak orang Tasik beli appartement di Bandung,”ungkapnya.

Ditempat yang sama, Plt Walikota Tasikmalaya, Drs HM Yusuf menyambut positif terkait rencana tersebut. Selama bisa mengikuti semua perizinan yang berlaku. Karena, hadirnya investor itu bisa mengairahkan iklim investasi di Kota Tasikmalaya.

“Bahkan kalau sudah ada Jalan Tol Bandung-Tasik-Cilacap, sudah ada pabrik garmen yang akan pindah dari Bandung ke Kota Tasikmalaya. Karena, mungkin di Bandung, sering macet, banjir dan UMK tinggi,”bebernya.(AR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!