Buntut Berita di Kilangbara, Kabid Akan Cek Penyaluran BPNT, di Desa Balida

Majalengka (kilangbara.com)-Pasca pemberitaan di Media Online Kilangbara.Com, Senin (09/03/2020).Terkait penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).Dengan harga yang dinilai sangat mahal.Sehingga akhirnya, diprotes sejumlah warga Desa Balida, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Majalengka.

Kini buntut pemberitaan itu, Kabid Pakir dan Miskin Dinas Sosial Kabupaten Majalengka, Asikin.Berjanji akan segera melakukan cek dan ricek kelapangan.Guna untuk menindak lanjuti informasi tersebut.

“Ya akan segera cek dan ricek kelapangan.Terkait kapan waktunya, nanti dikabari.Saya ucapkan terima kasih atas pemberitaan di Media Online Kilangbara.Com,”ujarnya, Rabu (11/03/2020).

Namun Asikin, belum bisa berkomentar terkait permasalahan bantuan BPNT di desa itu.Sebelum dicek kelapangan dan menanyakan langsung kepada pihak Kasie Kesra dan pihak TKS yang ada di Kecamatan Dawuan.

Sebelumnya, warga Desa Balida, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Majalengka.Serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) memprotes penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).Pasalnya ada dugaan keterlibatan oknum Kaur Kesra Desa Balida, ikut mempermainkan harga.

“Ya ada dugaan oknum Kaur Kesra.Karena, harga yang disalurkan oleh briling itu milik Kaur Kesra.Harganya sangat tinggi, jauh dari harga pasaran.Sehingga ada anggapan ikut memainkan harga.Serta mengambil keuntungan,”beber salah satu warga yang enggan disebut namanya, Senin (09/03/2020).

Warga itu, mencontohkan harga beras biasa di pasar.Harganya 10 ribu per kilonya.Sedangkan di BPNT Balida di jual harga Rp 12 ribu, jeruk biasa harga dipasaran Rp 20 ribu di BPNT Balida di jual Rp 24 ribu.Serta daging biasa 1/2 harga Rp 15 ribu.

“Tapi di sini justru malah dijual Rp 18 Ribu.Bahkan untuk bantuan telur satu kilo, tidak pas kiloanya kadang-kadang kurang,”kesalnya.(Sam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!